Selasa, 12 Mei 2015

Fanfic NEWS: The Curse part 2

Tahun-tahun berlalu. Kini Yuya bergabung di Johnnys Entertainment untuk memulai karirnya. Ia bergabung di grup NEWS bersama Takahisa Masuda, Shigeaki Kato, dan Keiichiro Koyama.

Saat itu NEWS sedang bersiap untuk syuting video klip single baru mereka.
"Ini minummu" Takahisa memberikan sebotol air kepada Yuya. Yuya ragu-ragu untuk menerimanya. Karena pasti air di botol itu akan membeku.
"Ini ambillah. Aku sudah dapat minum kok" kata Takahisa lagi.

Yuya menerima sebotol air itu perlahan. Namun karena saat itu ia sedang takut, Air dibotol itu langsung membeku. Sontak, Yuya langsung buru-buru menjatuhkan botol itu. Takahisa terkejut melihat tiba-tiba air dibotol itu langsung membeku dengan cepat.
"Hah? Beku??" Takahisa heran sambil menatap air yang beku dibotol itu setelah dipegang oleh Yuya. Lalu ia menatap Yuya yang sedang ketakutan itu.

"A..aku bisa menjelaskannya padamu, Massu..."
Yuya menjelaskan semuanya kepada Takahisa soal kekuatannya yang berasal dari kutukan seorang penyuhir jahat bernama Cruella itu. Kini Takahisa mengerti kenapa Yuya bisa membuat air dibotol itu membeku dalam sekejap.

"Oh, Jadi itu semua perbuatan Cruella?"
Yuya mengangguk.
"Ibuku juga pernah menceritakan tentang Cruella itu. Memang, dia benar-benar penyihir yang jahat sekali" kata Takahisa.

Lalu setelah itu NEWS mulai syuting video klip. Yuya berharap kekuatannya tak muncul pada saat syuting agar tak menimbulkan kehebohan.


***


Pembuatan video klip berlangsung dengan lancar. Yuya merasa sedikit tenang karena kekuatannya tidak muncul pada saat itu. Namun tiba-tiba, Yuya merasakan dingin hebat di sekujur tubuhnya.
"Tegoshi, kau kenapa?" tanya Shige.
"D..dingin...dingin sekali..."
"Dingin? padahal pemanas ruangan sudah dinyalakan lho" kata Koyama.

Saat itu memang sedang musim dingin di bulan januari. Dan seluruh pemanas ruangan sudah dinyalakan.

Tiba-tiba di pijakan kaki Yuya mulai terbentuk es yang semakin merambat ke lantai di sekelilingnya.

"Astaga lantainya!" Shige yang pertama kali sadar lantainya membeku terkejut.

"Dingin..."
"Diii....NGIIIIINNN!!!!!"

Kekuatan es Yuya memancar begitu banyak hingga seluruh studio dipenuhi oleh es. Orang-orang disana terkejut bukan main.
"Tenangkan dirimu..." Kata Takahisa sambil menggenggam tangan Yuya. Berusaha menenangkan dirinya yang masih terengah-engah.

"Hei, lihat! Seluruh studio membeku!" teriak salah seorang staff.

Yuya yang melihat itu semua langsung berlari keluar studio untuk pulang kerumah. Ia tak mau keadaan bertambah kacau.
"Kau mau kemana?" Takahisa mengejar Yuya. Begitu juga dengan Shigeaki dan Koyama.
"Hmmm... Kurasa dia penyebabnya" gumam seorang kru. Lalu ia menelpon rekannya yaitu seorang wartawan untuk meliput Yuya diam-diam.


***


Yuya mengunci kamarnya dan menangis terisak di dalam kamarnya yang dipenuhi es. Tangisannya membuat es-es itu semakin menebal.

"Tegoshi, keluarlah! Ini kita teman-temanmu!"
"Tinggalkan aku! Aku lebih baik mati di kamarku ini daripada aku membuat kekacauan!"
"Apa maksudmu?" tanya Shige.
"Aku adalah manusia terkutuk! Aku tak pantas hidup di tengah-tengah orang banyak!"
"Aku masih tidak mengerti apa yang kau ucapkan, Bodoh!" Shige sedikit kesal.
"Biarkan kami masukdan ceritakanlah kepada kami yang sebenarnya" Kata Koyama.

Yuya membuka pintu kamarnya dan mempersilahkan teman-temannya untuk masuk. Walau ia sedikit ragu.

Yuya menjelaskan semuanya tentang kekuatan es kutukan yang ia dapat sejak ia masih di dalam kandungan. Mereka berempat tidak tahu bahwa di luar jendela ada yang diam-diam merekam perkataan Yuya. Dialah si wartawan itu. Setelah mendapat rekamannya, ia langsung memfoto keadaan kamar Yuya yang dipenuhi es itu untuk membuat orang-orang semakin percaya bahwa itu bukan berita palsu.


***


Keesokan harinya NEWS tidak ada kegiatan. Takahisa, Shigeaki dan Keiichiro memutuskan mengajak Yuya jalan-jalan ke mall agar Yuya lebih tenang dan tidak terlalu tertekan akibat terus-terusan memikirkan kekuatannya itu.

Di mall, mereka berbelanja apa saja. Setelah berbelanja cukup lama karena Takahisa terlalu bingung memilih, mereka pergi ke sebuah restoran di mall itu untuk mengisi perut mereka sejenak.

"Gara-gara kau kakiku hampir remuk!" kata Shige.
"Maaf, habisnya bajunya bagus-bagus" kata Takahisa.
"Kalau semua bagus, beli saja semua" kata Keiichiro.
"Jangan. Uangku bisa habis. Aku kan juga harus berhemat" kata Takahisa.
"Kalau suka berhemat, kenapa tas belanjamu sampai ada 7 buah?" tanya Keiichiro.

Takahisa melirik ke arah tas-tas belanjanya yang berjumlah 7 buah yang ia letakkan di bawah meja restoran. Setelah itu ia hanya nyengir saja kepada teman-temannya. Dan lalu mereka pun tertawa bersama. Begitu juga Yuya. Ia dapat sedikit melupakan tentang kekuatannya itu berkat teman-temannya.

Setelah itu segerombolan wartawan datang dan mengerubungi Yuya. Yuya dihujani banyak pertanyaan.

"Tegoshi san, apa benar anda yang memiliki kekuatan es itu?"
Pertanyaan-pertanyaan itu membuat Yuya down lagi. Tadi sudah bersemangat karena teman-temannya, kini ia lesu kembali karena pertanyaan-pertanyaan para wartawan itu mengingatkannya kembali tentang kekuatannya itu.

"T..tidak ... aku tidak punya kekuatan es..." Jawab Yuya lirih dan takut.
"Tapi menurut fakta yang ada anda itu memang memiliki kekuatan es"
"Bukti apa yang kalian punya?" tanya Yuya dingin.
"Kami mendengar info saat NEWS selesai syuting video klip, tiba-tiba seluruh studtio membeku dan kamar milik anda seluruhnya tertutup es"
"Maaf pak wartawan, ini kan musim dingin. Bisa saja kamar milik dia tertutup es karena ia lupa menutup jendela saat badai salju" bela Shige.
"Tapi kenapa esnya begitu tebal? Sekalinya badai salju dan kita lupa menutup jendela, esnya tidak akan setebal itu!" bantah seorang wartawan.
"Lagipula badai saljunya cuma singkat" kata seorang wartawan lagi.

Shige, Takahisa, dan Keiichiro mencoba memberi alasan agar rahasia Yuya tidak terbongkar. Yuya semakin stress mendengar perdebatan teman-temannya dengan para wartawan itu. Rasanya seluruh darahnya mengalir ke kepala dan siap meledak.

"Sudah terbukti bahwa Tegoshi san adalah manusia es!!" teriak salah satu wartawan.

Mendengar teriakan itu, mata Yuya terbelalak. Rasanya ia ingin teriak saat itu juga.

"Hhhh...hhhh...aaaarrggghhh...AAARRGGGHHHHHH!!!!"

Yuya akhirnya berteriak sekencang-kencangnya. Lantai restoran dan dindingnya mulai dipenuhi es. Bahkan ada yang sangat tajam. Orang-orang di sekitarnya mulai panik. Setelah itu Yuya mulai menyerang para wartawan itu terutama yang menyebutnya sebagai manusia es itu.

"Hhiiiaaahhhh!!"

"Manusia es gila! Hentikan seranganmu! Atau kau kulaporkan ke polisi!" kata wartawan itu. Tapi Yuya tetap saja menyerang si wartawan itu.
"Hei, salah satu dari kalian cepat telpon polisi!"
"Tegoshi, sudah ! Hentikan!" teriak Takahisa.

Yuya tak peduli teriakan Takahisa. Ia malah semakin marah karena si wartawan itu tidak kena-kena juga. Karena kemarahannya itu akhirnya si wartawan kena dan wartawan itu langsung membeku.
"Oh tidak... apa yang kulakukan?" gumam Yuya.

"Jangan bergerak!"

Ternyata polisi sudah datang sambil menodongkan pistolnya.

"Angkat tangan!" teriak polisi itu lagi.
"Oh tidak..." gumam Keiichiro.
"Tegoshi san, anda ikut kami ke kantor!"

Tangan Yuya ditarik paksa oleh polisi-polisi itu. Dan ia langsung dibawa ke kantor polisi saat itu juga.


***


To be continued...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar