Rabu, 13 Mei 2015

Me: about NEWS

Pertinyiinyi:

1. Dapatkah kamu mengingat nama anggota NEWS secara komplit?
    Jwb:  - Takahisa Masuda
             - Shigeaki Kato
             - Yuya Tegoshi
             - Keiichiro Koyama

2. Bagaimana dengan ex Membernya?
   Jwb: - Yamashita Tomohisa
           - Ryo Nishikido
           - Kusano Hironori
           - Uchi Hiroki
           - Takahiro Moriuchi

3. Ceritakan awal pertemuanmu dengan NEWS!
    Jwb: Gara-gara Ryo dulu. Setahu ane dulu dia gabung sama NEWS. Eh jadinya suka deh sama NEWS.

4. Apa kesan pertamamu setelah melihat NEWS?
    Jwb: mmm  bagus

5. Bagaimana kau bisa suka NEWS?
    Jwb: Karena dulu ane coba-coba liat boyband jepang yang keren. Eh ane tertariknya cuma ama NEWS               doang

6. Point terkuat yang dimiliki oleh NEWS untuk Johnnys apa?
    Jwb: Hah? Maksudnya apa?

7.  Apa kamu mendengarkan lagu NEWS sekarang?
     Jwb: Kaga. Tadi malem ane dengerinnya.

8. Apakah kau menikmati musik-musik NEWS?
    Jwb: Ya

9. Sebutkan 5 lagu favorit dari NEWS?
    Jwb: - One for the win
            - Kaguya
            - Seven Colors
            - Chankapaana
            - Mr. White

10. Lagu solo Fav?
      Jwb: Lagu lagu solonya Takahisa

11. Jenis musik apa yang pantas dinyanyikan oleh NEWS?
      Jwb: Dangdut remix? Hahahaha... Pokoknya jenis lagu yang enak buat ngedance lah.

12. Lagu jepang apa yang pengen kamu denger setelah di recover sama NEWS?
      Jwb: gak ada

13. Lagu non jepangnya?
      Jwb: - Let it go ( nanti yang nyanyi Yuya)
              - First time in forever ama yang versi reprise nya (nanti dinyanyiin sama Takahisa dan Yuya)
              - Do you wanna build a snowman (nanti yang nyanyi Takahisa)
              - Sakitnya tuh disini, Goyang dumang.

14. Bisa menyanyikan seluruh lagu-lagu NEWS?
      Jwb: Insya Allah

15. Bagaimana kamu mendapatkan lirik lagu NEWS?
      Jwb: Cari di internet

16. Lirik yang paling di sukai?
      Jwb: yang mana aja.

17. Anggota Fav?
      Jwb: Takahisa dan Shigeaki

18. Anggota yang tidak disuka?
      Jwb: gak ada

19. Paling suka couple siapa diantara NEWS?
      Jwb: Shigemassu (imut dan tamfan)

20. Siapa yang paling modis di NEWS?
      Jwb: Menurut ane sih Shigeaki.

21. Hairstyle terbaik?
      Jwb: Takahisa. Rambutnya bulet bulet ngembang gitu jadinya imut.

22. Suara terbaik?
      Jwb: Suara Takahisa: imut suaranya
              Suara Shigeaki: seksi dan cutar membahenol
              Suara Yuya: cakep

23. Suara terburuk?
      Jwb: Kalo menurut ane sih Keiichiro, *sorry

24. Gambar NEWS mana yang kamu sukai dalam majalah atau yang lainnya?
      Jwb: Yang keliatan keren dan cutar membahenol deh pokoknya.

25. Gambar yang sendirian?
      Jwb: Pokoknya yang keren dan cutar membahenol.

26. Favorit CD cover?
      Jwb: Yang album NEWS 2013. Bajunya keren-keren. Takahisa celananya lucu.

27. Fav DVD?
      Jwb: yang mana aja deh.

28. Jika anggota NEWS adalah guru di sekolah mu, mereka pantesnya jadi guru apa?
      Jwb: Keiichiro: guru BP
              Takahisa : guru tata boga dan guru renang.
              Shigeaki: guru pelajaran yang susah kaya MTK, Fisika, Kimia.
              Yuya: guru pelajaran yang ngantuk kaya IPS dan guru sepak bola.

29. Jika personil NEWS diminta untuk bermain peran dalam live action suatu kartun, kartun apakah itu? Dan       pantesnya jadi apa?
      Jwb: Kartun Frozen. Live actionnya yang boys version.
              Yuya: Elsa
              Takahisa: Anna
              Shigeaki: Kristoff
              Keiichiro : Olaf

30. Ciptakanlah keluarga NEWS yang ideal!
      Jwb: Mbah/Engkong: Keiichiro
              Bapak: Shigeaki
              Ibu: Yuya
              Anak Bayi : Takahisa

31. Pakaian/Kostum yang pantes buat mereka?
     Jwb: Keiichiro : Kostum pisang
             Takahisa : Kostum Kucing dan kostum Anna.
             Yuya: Kostum Elsa.
             Shigeaki: Kostum Pangeran.

32. Personil NEWS kamu sebagai?
      Jwb: Takahisa: Suami
              Yuya: Kakak
              Shigeaki: Paman
               Keiichiro: Mbah

33. Binatang yang cocok dilambangkan dengan anggota NEWS?
      Jwb: Takahisa: Kucing. Nyan nyan :3
              Shigeaki : Kelinci
              Yuya: Hamster
              Keiichiro: Rubah

34. Junior yang mirip mereka?
      Jwb: gak tau. Gak pernah ngeh sama junior junior JE atuh

35. Apakah kamu menempelkan poster NEWS di dinding?
     Jwb: banyak banget

36. Apakah para eks member akan kembali?
      Jwb: gak bakalan deh

37. Apakah kau menginginkan mereka kembali?
      Jwb: gak perlu lah. Itu masa lalu.

38. Personil NEWS punya pacar, apa yang kau katakan?
      Jwb: Sakitnya tuh disini di dalam hatiku, sakitnya tuh disini melihat kau selingkuh *malah nyanyi

39. Dapatkah kau menuliskan kanji personil NEWS?
      Jwb: lumayan. Yang paling gampang kanjinya Takahisa tuh.

40. Ingat tanggal lahir personil NEWS?
      Jwb: Takahisa: 4 Juli
              Shigeaki : 11 Juli
              Yuya: 11 November
              Keiichiro: 1 Mei.

41. Dari beberapa eks member, mana yang ingin kau bawa kembali bersama NEWS?
      Jwb: Gak ada. Udah PW 4 orang.


dah segitu aja ya....

Selasa, 12 Mei 2015

Fanfic NEWS: The Curse part 2

Tahun-tahun berlalu. Kini Yuya bergabung di Johnnys Entertainment untuk memulai karirnya. Ia bergabung di grup NEWS bersama Takahisa Masuda, Shigeaki Kato, dan Keiichiro Koyama.

Saat itu NEWS sedang bersiap untuk syuting video klip single baru mereka.
"Ini minummu" Takahisa memberikan sebotol air kepada Yuya. Yuya ragu-ragu untuk menerimanya. Karena pasti air di botol itu akan membeku.
"Ini ambillah. Aku sudah dapat minum kok" kata Takahisa lagi.

Yuya menerima sebotol air itu perlahan. Namun karena saat itu ia sedang takut, Air dibotol itu langsung membeku. Sontak, Yuya langsung buru-buru menjatuhkan botol itu. Takahisa terkejut melihat tiba-tiba air dibotol itu langsung membeku dengan cepat.
"Hah? Beku??" Takahisa heran sambil menatap air yang beku dibotol itu setelah dipegang oleh Yuya. Lalu ia menatap Yuya yang sedang ketakutan itu.

"A..aku bisa menjelaskannya padamu, Massu..."
Yuya menjelaskan semuanya kepada Takahisa soal kekuatannya yang berasal dari kutukan seorang penyuhir jahat bernama Cruella itu. Kini Takahisa mengerti kenapa Yuya bisa membuat air dibotol itu membeku dalam sekejap.

"Oh, Jadi itu semua perbuatan Cruella?"
Yuya mengangguk.
"Ibuku juga pernah menceritakan tentang Cruella itu. Memang, dia benar-benar penyihir yang jahat sekali" kata Takahisa.

Lalu setelah itu NEWS mulai syuting video klip. Yuya berharap kekuatannya tak muncul pada saat syuting agar tak menimbulkan kehebohan.


***


Pembuatan video klip berlangsung dengan lancar. Yuya merasa sedikit tenang karena kekuatannya tidak muncul pada saat itu. Namun tiba-tiba, Yuya merasakan dingin hebat di sekujur tubuhnya.
"Tegoshi, kau kenapa?" tanya Shige.
"D..dingin...dingin sekali..."
"Dingin? padahal pemanas ruangan sudah dinyalakan lho" kata Koyama.

Saat itu memang sedang musim dingin di bulan januari. Dan seluruh pemanas ruangan sudah dinyalakan.

Tiba-tiba di pijakan kaki Yuya mulai terbentuk es yang semakin merambat ke lantai di sekelilingnya.

"Astaga lantainya!" Shige yang pertama kali sadar lantainya membeku terkejut.

"Dingin..."
"Diii....NGIIIIINNN!!!!!"

Kekuatan es Yuya memancar begitu banyak hingga seluruh studio dipenuhi oleh es. Orang-orang disana terkejut bukan main.
"Tenangkan dirimu..." Kata Takahisa sambil menggenggam tangan Yuya. Berusaha menenangkan dirinya yang masih terengah-engah.

"Hei, lihat! Seluruh studio membeku!" teriak salah seorang staff.

Yuya yang melihat itu semua langsung berlari keluar studio untuk pulang kerumah. Ia tak mau keadaan bertambah kacau.
"Kau mau kemana?" Takahisa mengejar Yuya. Begitu juga dengan Shigeaki dan Koyama.
"Hmmm... Kurasa dia penyebabnya" gumam seorang kru. Lalu ia menelpon rekannya yaitu seorang wartawan untuk meliput Yuya diam-diam.


***


Yuya mengunci kamarnya dan menangis terisak di dalam kamarnya yang dipenuhi es. Tangisannya membuat es-es itu semakin menebal.

"Tegoshi, keluarlah! Ini kita teman-temanmu!"
"Tinggalkan aku! Aku lebih baik mati di kamarku ini daripada aku membuat kekacauan!"
"Apa maksudmu?" tanya Shige.
"Aku adalah manusia terkutuk! Aku tak pantas hidup di tengah-tengah orang banyak!"
"Aku masih tidak mengerti apa yang kau ucapkan, Bodoh!" Shige sedikit kesal.
"Biarkan kami masukdan ceritakanlah kepada kami yang sebenarnya" Kata Koyama.

Yuya membuka pintu kamarnya dan mempersilahkan teman-temannya untuk masuk. Walau ia sedikit ragu.

Yuya menjelaskan semuanya tentang kekuatan es kutukan yang ia dapat sejak ia masih di dalam kandungan. Mereka berempat tidak tahu bahwa di luar jendela ada yang diam-diam merekam perkataan Yuya. Dialah si wartawan itu. Setelah mendapat rekamannya, ia langsung memfoto keadaan kamar Yuya yang dipenuhi es itu untuk membuat orang-orang semakin percaya bahwa itu bukan berita palsu.


***


Keesokan harinya NEWS tidak ada kegiatan. Takahisa, Shigeaki dan Keiichiro memutuskan mengajak Yuya jalan-jalan ke mall agar Yuya lebih tenang dan tidak terlalu tertekan akibat terus-terusan memikirkan kekuatannya itu.

Di mall, mereka berbelanja apa saja. Setelah berbelanja cukup lama karena Takahisa terlalu bingung memilih, mereka pergi ke sebuah restoran di mall itu untuk mengisi perut mereka sejenak.

"Gara-gara kau kakiku hampir remuk!" kata Shige.
"Maaf, habisnya bajunya bagus-bagus" kata Takahisa.
"Kalau semua bagus, beli saja semua" kata Keiichiro.
"Jangan. Uangku bisa habis. Aku kan juga harus berhemat" kata Takahisa.
"Kalau suka berhemat, kenapa tas belanjamu sampai ada 7 buah?" tanya Keiichiro.

Takahisa melirik ke arah tas-tas belanjanya yang berjumlah 7 buah yang ia letakkan di bawah meja restoran. Setelah itu ia hanya nyengir saja kepada teman-temannya. Dan lalu mereka pun tertawa bersama. Begitu juga Yuya. Ia dapat sedikit melupakan tentang kekuatannya itu berkat teman-temannya.

Setelah itu segerombolan wartawan datang dan mengerubungi Yuya. Yuya dihujani banyak pertanyaan.

"Tegoshi san, apa benar anda yang memiliki kekuatan es itu?"
Pertanyaan-pertanyaan itu membuat Yuya down lagi. Tadi sudah bersemangat karena teman-temannya, kini ia lesu kembali karena pertanyaan-pertanyaan para wartawan itu mengingatkannya kembali tentang kekuatannya itu.

"T..tidak ... aku tidak punya kekuatan es..." Jawab Yuya lirih dan takut.
"Tapi menurut fakta yang ada anda itu memang memiliki kekuatan es"
"Bukti apa yang kalian punya?" tanya Yuya dingin.
"Kami mendengar info saat NEWS selesai syuting video klip, tiba-tiba seluruh studtio membeku dan kamar milik anda seluruhnya tertutup es"
"Maaf pak wartawan, ini kan musim dingin. Bisa saja kamar milik dia tertutup es karena ia lupa menutup jendela saat badai salju" bela Shige.
"Tapi kenapa esnya begitu tebal? Sekalinya badai salju dan kita lupa menutup jendela, esnya tidak akan setebal itu!" bantah seorang wartawan.
"Lagipula badai saljunya cuma singkat" kata seorang wartawan lagi.

Shige, Takahisa, dan Keiichiro mencoba memberi alasan agar rahasia Yuya tidak terbongkar. Yuya semakin stress mendengar perdebatan teman-temannya dengan para wartawan itu. Rasanya seluruh darahnya mengalir ke kepala dan siap meledak.

"Sudah terbukti bahwa Tegoshi san adalah manusia es!!" teriak salah satu wartawan.

Mendengar teriakan itu, mata Yuya terbelalak. Rasanya ia ingin teriak saat itu juga.

"Hhhh...hhhh...aaaarrggghhh...AAARRGGGHHHHHH!!!!"

Yuya akhirnya berteriak sekencang-kencangnya. Lantai restoran dan dindingnya mulai dipenuhi es. Bahkan ada yang sangat tajam. Orang-orang di sekitarnya mulai panik. Setelah itu Yuya mulai menyerang para wartawan itu terutama yang menyebutnya sebagai manusia es itu.

"Hhiiiaaahhhh!!"

"Manusia es gila! Hentikan seranganmu! Atau kau kulaporkan ke polisi!" kata wartawan itu. Tapi Yuya tetap saja menyerang si wartawan itu.
"Hei, salah satu dari kalian cepat telpon polisi!"
"Tegoshi, sudah ! Hentikan!" teriak Takahisa.

Yuya tak peduli teriakan Takahisa. Ia malah semakin marah karena si wartawan itu tidak kena-kena juga. Karena kemarahannya itu akhirnya si wartawan kena dan wartawan itu langsung membeku.
"Oh tidak... apa yang kulakukan?" gumam Yuya.

"Jangan bergerak!"

Ternyata polisi sudah datang sambil menodongkan pistolnya.

"Angkat tangan!" teriak polisi itu lagi.
"Oh tidak..." gumam Keiichiro.
"Tegoshi san, anda ikut kami ke kantor!"

Tangan Yuya ditarik paksa oleh polisi-polisi itu. Dan ia langsung dibawa ke kantor polisi saat itu juga.


***


To be continued...

Kamis, 16 April 2015

Fanfic NEWS: The Curse part 1

Genre: Fantasy, Angst (mungkin).
Cast: NEWS member, (oc) Cruella the Evil Witch.
Summary: Yuya dikutuk oleh cruella si penyihir jahat menjadi manusia es Sedari ia masih di dalam kandungan.

Alkisah, ada seorang penyihir jahat bernama cruella sedang mengacaukan ketenangan warga. Ia ingin mencari janin bayi untuk dijadikan ramuan kejahatan.

Ia menemukan sebuah keluarga yang tenang di dalam sebuah rumah. Dan ada seorang istri yang kebetulan sedang hamil. Sontak suami istri itu kaget karena kedatangan Cruella.

"Siapa kau?! " Tanya sang suami.
"Aku adalah Cruella, penyihir paling kejam! Aku cuma ingin janin yang ada di dalam perut istrimu itu! "
"Tidak! Aku tidak akan memberikan bayi pertamaku untukmu! " bela sang istri.
"Oh, Jadi kau tidak mau memberikannya ya? Baik, akan kukutuk bayimu! Ia akan punya kekuatan es yang tak terkendali selamanya! Kujadikan anakmu sebagai manusia es!!"

Cruella menembakkan mantra sihir ke arah sang istri yang sedang mengandung bayi itu. Sang istri pun jatuh pingsan. Cruella pun pergi dengan tawa jahatnya.

***

Sang istri buru-buru dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa apakah keadaannya dan bayinya baik-baik saja. Dokter mengatakan bahwa keadaan sang istri dan bayinya baik-baik saja. Sang suami pun bernapas lega. Ia berharap kutukan Cruella benar-benar tidak berpengaruh bagi anaknya kelak.

9 bulan berlalu. Bayi Mereka berdua lahir. Bayi mungil dan lucu berjenis kelamin laki-laki. Ia lahir dengan warna rambut creamy white. Mereka menamainya Yuya Tegoshi.

***

5 tahun kemudian Yuya tumbuh sehat seperti anak-anak biasa. Ia kini bersekolah di sebuah SD favorit kelas Satu. Saat itu hal-hal aneh mulai terlihat pada Yuya.

"Okaasan"
"Ya? Ada apa, nak?"
"Kenapa saat kupegang gelas ini, susu di dalamnya langsung membeku? "
Ibu Yuya kaget mendengarnya. Ia benar-benar tak menyangka kutukan Cruella saat itu benar-benar mengenai anaknya.

"Itu... tidak usah dipermasalahkan, mari biar Okaasan buat lagi susunya"
"Kenapa sih, semua benda yang kupegang terkadang selalu membeku? "

Ibu Yuya tidak menjawab. Ia masih takut untuk menjelaskan yang sebenarnya ke anaknya yang masih polos itu. Ia terus saja mengaduk segelas susu dan langsung meminumkannya kepada Yuya.

"Umm... Okaasan Aku bisa minum sendiri"
Yuya merebut gelas susu itu dari tangan ibunya. Kali ini tidak langsung membeku, cuma suhunya saja yang langsung mendingin drastis. Setelah itu Yuya langsung berangkat menuju sekolah barunya. Itu adalah hari pertama ia bersekolah.

"Anak-anak, ayo coba sekarang perkenalkan diri kalian Satu persatu ke depan kelas"
Satu persatu murid dari barisan depan memperkenalkan dirinya masing-masing. Saat itu Yuya duduk di baris ketiga. Beberapa saat kemudian kini saatnya giliran Yuya maju untuk memperkenalkan dirinya.

"Namaku Yuya Tegoshi. Umurku 5 tahun, salam kenal"
Setelah perkenalan, guru itu langsung memulai pelajaran. Yaitu belajar menulis kata-kata. Kekuatan Yuya mulai muncul lagi pada saat itu. Yuya buru-buru melepas pensilnya dan berhenti menulis. Teman sebelahnya kaget melihat ada es di meja Yuya.

" Tegoshi kun, itu es dari mana? "
"Tidak tahu..."
"Buku kamu Jadi beku. Kamu gak bisa nulis dong?"
Lalu Yuya mencoba menghancurkan es-es itu. Namun malah tambah buruk. Esnya semakin menambah. Hingga seluruh murid menoleh dan kaget karena ada gumpalan es di meja Yuya.
"Sensei, Tegoshi mainan es batu!" Adu salah Satu murid.
Yuya ketakutan. Kenapa selalu keluar es dari tangannya.
"Tegoshi kun, kok malah bermain es batu? Dan dari mana kau dapatkan es batu sebesar ini? "
"Hiks...hiks.....tidak tahu...." Yuya akhirnya menangis. Meja dan bangkunya mulai tertutup es. Gurunya dan semua murid di kelas itu kaget melihat kejadian itu. Begitu juga dengan Yuya sendiri. Ketakutannya semakin bertambah. Oleh karena itu, ia pun mengambil tasnya dan keluar dari kelas dan meninggalkan jejak-jejak es di lantai kelas.
"Tegoshi kun! Tunggu nak! Kau mau kemana??"

***

Keesokan harinya Yuya tidak masuk sekolah karena masih takut akibat kejadian kemarin. Ia masuk kembali pada hari berikutnya lagi. Kabar tentang Kekuatan esnya sudah menyebar luas ke seluruh penjuru sekolahnya. Akibatnya, ia dipanggil "bocah es batu" oleh murid-murid lainnya.

Sampai ia duduk di bangku SMA, ia juga mendapat panggilan itu. Bahkan sering di bully. Sebab ia belum juga bisa mengendalikan kekuatannya itu. Pulang sekolah Yuya menanyakan kembali kepada ibunya Kenapa ia selalu mengeluarkan Kekuatan es.

"Kau benar-benar ingin tahu?" Tanya ibunya ragu-ragu. Yuya mengangguk tak sabar. Ibunya menarik napas panjang dan mulai menjelaskan yang sebenarnya.

"Kekuatanmu itu adalah... kutukan..."

Yuya terkejut. Jadi selama ini ia baru tahu jika semua itu adalah kutukan.

"Kau dikutuk oleh seorang penyihir jahat bernama cruella. Kau terlahir dengan rambut putih ini dan memiliki Kekuatan es tak terkendali. Awalnya ibu kira kau albino. Tapi ternyata itu semua adalah efek kutukan si penyihir Cruella"
"Bagaimana agar kutukan ini bisa hilang?"
"Tidak. Itu tidak bisa dihilangkan. Kau selamanya akan memiliki Kekuatan es yang tak terkendali. Satu-satunya cara adalah kau harus mengendalikannya agar tidak muncul pada saat yang tidak tepat"

Mendengar penjelasan ibunya, Yuya benar-benar shock. Kakinya terasa lemas. Ketakutan mulai melanda dirinya lagi. Akibatnya lantai rumah Yuya mulai ditutupi es.

"Tidak...TIDAK!!!"

Yuya berlari menuju kamarnya dan mengunci pintu kamarnya. Saat itu ia benar-benar ketakutan. Ia ingin sekali bisa mengendalikan seluruh kekuatannya agar semuanya kembali normal.

***
To be continued...

Minggu, 15 Maret 2015

Fanfic NEWS: Frozen NEWS version part 4 (END)

Shige yang telah kembali ke gunung kembali merasa khawatir. Ia benar benar ragu apakah ia harus kembali atau tidak.

Shige kembali menatap ke arah kerajaan Chankapaana yang telah dipenuhi salju tebal. Yamapi menatap ke arah shige. Penuh harap agar shige kembali ke kerajaan dan menemui Takahisa.

"Kurasa kau harus kembali, shige" kata yamapi.
"Wajahmu menunjukkan bahwa kau sangat khawatir. Kusarankan kau untuk kembali menemui Massu"
"Kau benar , yamapi. Kita harus kembali! Ayo !  "
Shige kembali menunggangi yamapi untuk menuju ke kerajaan Chankapaana dengan kecepatan tinggi. Menerobos dinginnya suhu menuju kerajaan Chankapaana.

***

Ryoko menemui Para petinggi kerajaan dengan wajah lesu dan murung. Ia berusaha berakting untuk memalsukan kematian Takahisa. Para petinggi kerajaan menatap ryoko. Menunggu jawaban dari dirinya dengan perasaan cemas.

"Bagaimana keadaan pangeran Masuda?" Tanya Ryo kepada Ryoko.
"Ia... ia ..mati... Ia membeku dan meninggalkan dunia ini. Ini semua gara-gara Tegoshi!"
Ryoko menjelaskan semuanya dan meyakinkan semua. Semua terperangah Mendengar nya. Mereka percaya pada ryoko.
"Kalian harus membunuh Tegoshi! Sebelum badai menjadi tambah buruk! "

Semua mengangguk setuju Mendengar Perintah ryoko. Maka, Para penjaga langsung diutus untuk membunuh Yuya di penjara tempat ia ditahan.

Tapi rupanya Yuya tidak mau menyerah pada nasibnya begitu saja. Ia berusaha melepaskan diri dari rantai itu dengan kekuatannya. Ia tak peduli berapa besar kekuatan yang ia kerahkan untuk menghancurkan rantai tersebut. Akibatnya, badai di luar semakin besar seiring dengan bertambahnya kekuatan Yuya. Dinding penjara membeku dan mulai retak.

Lalu terdengar langkah kaki mendekat ke arahnya. Yuya semakin panik dan tak sabar untuk melepaskan diri. Ia memacu kekuatannya Lebih kuat lagi.

PRAKK!

Hancurlah rantai yang mengikat tangan Yuya. Buru-buru Yuya melompat keluar dari ruangan gelap terkutuk itu. Saat penjaga masuk, Yuya sudah kabur.

***

Takahisa membuka matanya perlahan. Suhu udara di ruangan semakin dingin. Begitu juga dengan suhu tubuhnya. Ia tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk menyelamatkan dirinya sendiri yang sebentar lagi membeku.

Lalu ada suara seseorang berusaha membuka kunci pintu. Takahisa berharap itu adalah seorang yang ingin menolongnya.

Pintu pun terbuka. Dengan wortel menancap di lubang kuncinya. Dan ternyata yang membuka pintu itu adalah Koyama.

"K...Koyama..."

Betapa senangnya hati Takahisa saat melihat sesosok Koyama masuk dan menemukannya. Masih ada harapan untuk dirinya untuk hidup.

"Massu, ya ampun. Kau tidak apa-apa? Mari mendekat ke perapian! Aku akan menyalakan api agar kau hangat"
Koyama membantu Takahisa untuk mendekat ke perapian. Koyama menyalakan api dengan tangannya yang terbuat dari ranting. Sedikit gesekan dan usaha api dapat dinyalakan dan mulai menghangatkan seluruh ruangan. Koyama terus memandangi api yang berkobar di perapian.
"Jadi seperti ini kehangatan itu? "
"Koyama, jauhi api itu! Kau bisa meleleh!"
Ujar Takahisa berusaha menyelamatkan Koyama dari peristiwa meleleh.
"Semua orang bisa meleleh jika ia jatuh Cinta atau yang lainnya"
Lalu lama kelamaan salju dipipi Koyama meleleh. Dengan cepat ia menahan pipinya itu dengan tangannya.

"Koyama, seperti apa tindakan sejati itu? "
"Kau benar benar tidak tahu?"
Takahisa mengangguk pelan. Ia benar benar merasa bodoh sekarang ini.
"Tindakan sejati itu seperti orang lain mengorbankan nyawanya, atau melindungi seseorang. Seperti shige yang berusaha membantumu menemui kakakmu... Hei...Shige itu sudah bertindak sejati kepadamu! Ayo kita cari Dia sekarang untuk menyelamatkanmu! " Sorak Koyama kegirangan. Takahisa juga tak kalah bahagianya.

Tubuh Takahisa hampir membeku seperti es. Dan dinding istana mulai membeku, begitu juga dengan pintunya. Takahisa tahu semua ini adalah perbuatan Yuya.

"Oh tidak! Koyama, kita terperangkap! "
Koyama melirik kesana kemari untuk menemukan jalan keluar. Dan Lalu ia melihat jendela terbuka. Koyama melihat keluar jendela itu sambil mencari shige. Ia melihat ada seseorang yang menuju kemari. Karena terlalu jauh dan tidak Jelas, Koyama mengambil teropong untuk melihat Siapa itu.

Mulutnya seketika menyunggingkan senyum. Karena ia melihat shige.
"Massu, Shige kembali! Dia ada disana! Kemarilah dan lompatlah bersama ku!"
Takahisa agak ragu saat melihat kebawah. Tapi tak ada pilihan lain selain melompat. Ia pun memberanikan diri untuk melompat diikuti Koyama di belakang nya.

Takahisa terjatuh di tumpukan salju yang empuk. Namun baginya itu sangat sangat dingin.

Tak jauh dari Mereka ada shige dan yamapi berjuang menerjang badai yang kuat. Reruntuhan kapal yang membeku sesekali hampir mengenainya ia tak pedulikan. Hanya Satu tujuannya, yaitu menyelamatkan Takahisa.

"Massu!! Massu!! Bertahanlah! Aku segera kesana!! " Teriak Shige di tengah badai salju tersebut. Berkali kali ia tergelincir di atas danau beku, ia tetap tak menyerah menghampiri Takahisa demi menyelamatkan pemuda itu.

"Shige!! Shige!! " Takahisa juga berteriak memanggil Shige. Ia juga tidak menyerah demi hidupnya saat itu.

Saat itu Yuya ada di tengah tengah Mereka. Ia berlari ketakutan berusaha menemukan jalan yang tepat untuk pelarian dirinya. Dan ternyata ada Ryoko juga berusaha mencari Yuya untuk menghabisinya saat itu juga.

Mereka berdua pun bertemu. Yuya berpikir Ryoko akan membantunya. Namun justru Ryoko malah mengucapkan kata-kata yang malah menyakitkan hatinya.

"Tegoshi, kau harus hentikan badai yang kau buat ini! Semuanya menjadi kacau gara-gara dirimu! "
"Biarkan, Ryoko, Lebih baik kau selamatkan adikku dan kalian hidup bersama selamanya" balas Yuya.
"Asal kau tahu ya, adikmu itu sudah mati! Ia membeku dan itu semua gara-gara kau!"
"Massu..."

Yuya tertegun. Hatinya hancur Mendengar perkataan Ryoko. Ia tak menyangka sihirnya benar benar berdampak besar bagi adiknya sendiri.

Badai besar yang menerjang dengan kuat seketika lenyap seiring dengan down nya mental Yuya. Rasanya seluruh hidupnya lumpuh.

Pemuda itu jatuh terduduk meratapi keasalahan yang telah diperbuatnya. Ia tak menyangka semua akan berakhir seperti ini. Yuya benar benar menyesali perbuatannya.

Saat itulah Ryoko berkesempatan membunuh Yuya. Gadis itu berjalan mendekat perlahan sambil mengangkat pedangnya.

Takahisa masih berjuang menghampiri shige. Ia melihat di kedua telapak tangannya. Ujung jarinya sudah membeku seperti es. Ia tak dapat merasakan ujung jarinya itu.
"Shige!!! Shige..."
Teriakannya semakin melemah. Lalu pandangannya teralihkan ke arah Yuya yang siap dibunuh oleh Ryoko.
"T...Tegoshi... Tegoshi!!"
Tanpa pikir panjang, Takahisa langsung menghampiri Yuya.
Ryoko tersenyum jahat saat siap menghunuskan pedangnya ke arah Yuya.

"Jangan!!!! "

Saat itu juga Takahisa menjadi es seutuhnya. Pedang Ryoko hancur dan ryoko terlempar cukup jauh. Kutukan sudah terlanjur menyebar dan kini Takahisa sudah berubah menjadi patung es tak bernyawa.

Sadar sesuatu telah terjadi, Yuya menoleh kebelakang. Ia melihat massu yang sudah berubah menjadi patung es dengan kaget, cemas, dan takut.

"Hahhhh!!! Massu!!!"

Yuya menyentuh adiknya yang telah berubah menjadi patung es tersebut. Air matanya mulai berlinang. Ia benar benar merasa bersalah pada adiknya sendiri. Jika saja Yuya bisa mencegahnya pada malam itu, semua ini takkan terjadi.
"Massu... tidak... tolong... kembalilah... Massu..."
Koyama, Shige, dan Yamapi yang melihat kejadian itu menundukkan kepala mereka. Sebab Mereka merasa terpukul atas kejadian itu. Tak disangka oleh shige, massu kini berubah menjadi es dengan cepat. Begitu pula dengan Koyama dan yamapi.

Yuya terus menangis terisak sambil memeluk Takahisa yang membeku itu. Namun tiba-tiba, perlahan es di tubuh Takahisa menghilang seiring tangisan Yuya.
"Shige, lihat! "

"Tegoshi..."
Takahisa bergerak dan menyebut nama kakaknya itu yang sedang menangis memeluknya. Yuya segera merespon itu semua.
"Massu..."
Yuya tersenyum dan langsung memeluk Takahisa dengan eratnya. Mereka berdua menangis terharu dalam pelukan itu.
"Massu, kau sudah mengorbankan dirimu untukku "
Takahisa tersenyum sambil menggenggam tangan Yuya.
"Semua itu kulakukan karena Aku menyayangimu "

"Sebuah tindakan sejati dapat mencairkan hati yang beku! "Seru Koyama sambil mengangkat kepalanya.

"Hei... benar juga. Hanya Cinta yang dapat mencairkan ini semua..."
Yuya mengayunkan tangannya dan perlahan es es itu menghilang dan terbang ke atas langit. Semuanya kembali normal tanpa ada salju maupun es yang menutupi. Seluruh es berkumpul di langit membentuk pola kristal es dan Lalu menghilang.
"Aku yakin kau bisa melakukannya" ujar Takahisa. Yuya tersenyum kepada adiknya itu.
"Ok ini hari terindah dalam hidupku. Namun ini juga akhir dari hidupku " Kata Koyama yang perlahan mulai meleleh sebab udara di sekitar terasa hangat.

"Oh Koyama. Bertahanlah sobat kecil "
Yuya mengayunkan tangannya mengembalikan Koyama ke bentuk semula dan menghadiahi Koyama sebuah awan pelindung.
"Wahhh awan pribadiku! Waaahhhhaahaha" Koyama begitu senang sekali.

Ryoko tersadar dari pingsannya dan kaget melihat semuanya kembali normal. Shige yang melihat ryoko langsung merasa geram ingin memberi pelajaran.
"Hrrghhh... perempuan itu! "
"Biar Aku yang menghadapinya, shige"

Takahisa menghampiri Ryoko untuk memberinya pelajaran.
"Bagaimana bisa? Dia kan sudah membekukan hatimu!? "
"Kau salah Ryoko! Justru kau orang yang memiliki hati yang beku! " Takahisa mendorong Ryoko Hingga ryoko jatuh ke danau. Takahisa sudah sangat kesal dengan Ryoko.

***

Kerajaan kembali normal. Ryo dan Ryoko dikembalikan ke kerajaan untuk mendapat hukuman yang pantas.

Saat itu Takahisa sedang membuat kejutan untuk Shige. Mata Shige ditutup dengan kain.
"Ayo Lebih cepat jalannya shige! "
"Iya iya..  aduh! "
Dugg! Shige menabrak tiang. Takahisa tertawa melihatnya.

"Siap ya. 1 2... 3 tada!!! "
Takahisa membuka penutup mata Shige. Dan saat itu shige senang sekali sebab kejutan yang diberikan oleh Takahisa adalah kereta salju yang baru dan Lebih bagus.
"Kau suka? "
"Tentu saja Aku menyukainya! Terima kasih, Massu! " Saking senangnya Shige menggoyang2kan tangan Takahisa.
"I..iya sama sama shige! "

Yuya saat itu tak takut lagi menunjukkan kekuatannya kepada khalayak ramai.
"Mari kita berselancar diatas es! Ayo Tegoshi lakukanlah! " seru Takahisa.
"Baik"
Yuya menghentakkan kakinya ke tanah dan membuat permukaan ice skating yang tidak berbahaya.
Semuanya berselancar dengan Gembira tanpa takut.
"Ayo massu kau pasti bisa"
"Ok. Ok.. woowww"
"Ah hati hati!"
Yuya buru-buru menangkap Takahisa agar tak jatuh. Lalu Mereka berdua tertawa bersama.

Benar benar akhir bahagia.

Selesai.......

Maaf baru ngepost lagi

Aduh udah lama kaga ngepost lagi. Padahal banyak banget update an NEWS. Yang paling baru ya album barunya yang Judulnya WHITE sama konsernya nanti seminggu lagi.

Sedikit komentar ane tentang album baru NEWS dan Short Film Mr. White nya:

Albumnya bagus. Seperti biasa Lagunya juga enak enak. Ane paling suka lagu Mr.white sama byakuya. Klo lagu mr.white itu kaya ngedance ngedance gitu. Kalo byakuya musiknya ada yang kaya di film film fantasi gitu. Pokoke keren kabeh deh lagune. Oh iya album ini masuk 6 besar top world album gitu waktu itu ane liat.

Kalo filmnya sih juga bagus, keren, dan cutar membahenol. Yang bikin ceritanya itu Shigeaki. Tapi kurang banyak dialognya. Tapi gapapa pas di film yayang gw, Massu itu tetap imut.

Itu penilaian ane. Klo ente????

Sabtu, 14 Maret 2015

Fanfiction NEWS: Frozen NEWS version part 3

Sementara itu Yuya yang tinggallah sendiri di istananya itu. Ia merasa begitu khawatir. Pria muda itu berjalan kesana kemari berusaha mengontrol kekuatannya.

"Jangan rasakan!''
"Jangan rasakan!''
"Jangan takut, Jangan panik!''

Tapi sayang, semua itu tak memberikan dampak baik sama sekali. Ia baru sadar ketakutannya memunculkan susunan kristal es tajam pada dinding istana esnya itu.

***

Takahisa terbatuk kecil berjalan di belakang Shige. Rambutnya yang memutih semakin meluas. Tiba tiba ia merasa lemas dan hampir terjatuh. Dengan cepat, Shige merangkul Takahisa yang lemas itu. "Kau kedinginan?''
"Iya. Tapi aneh, disini begitu hangat'' "Disinilah kawan2 ku tinggal. Mereka berisik, tak suka diganggu, kadang mereka usil. Aku harap kau tak takut bertemu dengan mereka'' "Bagaimana kau bisa mengenal mereka?''
"Mereka telah merawatku sejak kecil. Nah itu mereka''
Shige menunjuk ke arah kumpulan bebatuan berlumut yang tersusun rapi.
"Mereka?'' Takahisa kebingungan. "Benar. Itu mereka''

Shige kemudian menyapa mereka seolah olah batu itu mengerti sapaan Shige. Koyama dan Takahisa melongo melihat tingkah shige yang bisa dibilang 'tidak waras' itu.

"Massu, kau lari. Aku akan mengalihkan perhatiannya'' bisik Koyama.
"Untuk apa?''
"Aku hanya ingin kau tidak ikut menjadi gila karenanya''

Takahisa mengangguk. Lalu Takahisa mengendap endap untuk bisa lari dari shige. Tapi baru beberapa langkah, seluruh batu itu berguling ke arah shige. Dan mereka menampakkan wujud aslinya sebagai troll.

"Shige kembali!''

"Yeeey shige kembali!''

Para troll itu bersorak dan tertawa bersama shige. Takahisa kini tahu bahwa itu bukanlah batu, melainkan makhluk kerdil bernama troll. Kelucuan para troll itu membuat hati Takahisa menjadi lebih hangat.

"Shige, kau membawa seorang teman''
"Benar. Hmmm dimana ketua?'' "Mereka lucu sekali'' bisik Takahisa kepada Shige. Tiba Tiba Takahisa mulai lemas lagi. Ia hampir tak bisa berdiri. Oleh karena itu shige dengan cepat langsung memapah Takahisa. "Tubuhnya dingin seperti es. Tolong panggilkan ketua''

Sang ketua troll itu langsung menggelinding dan langsung memeriksa keadaan Takahisa. Setelah itu ia menggelengkan kepalanya dan membuat shige semakin khawatir.
"Masuda, hidupmu dalam bahaya. Di dalam hatimu, terdapat es yang dimasukkan oleh kakakmu''
"Tapi kau bisa menyembuhkannya kan?''
"Jika di kepala aku masih bisa atasi. Tapi kalau di hati, itu bukanlah hal yang mudah. Hanya tindakan atau cinta sejati yang dapat menyembuhkannya''

"Shige, bawa aku ke Ryoko. Dialah cinta sejatiku...''

Shige mengangguk. Segera ia membawa Takahisa menuju ke istana chankapaana dengan menunggangi Yamapi.

Setelah melewati perjalanan berbadai salju yang cukup panjang menuju chankapaana, Shige akhirnya dapat membawa Takahisa dengan selamat menuju istana chankapaana. Segera, Shige menyerahkan Takahisa pada staff kerajaan. Para staff kerajaan yang melihatnya, langsung turun menuju gerbang istana.
"Pangeran Masuda kembali''

"Tolong panggilkan putri Ryoko. Masuda membutuhkannya'' "Wakarimashita, terima kasih sudah membawa pangeran Masuda kembali kesini'' Para staff kerajaan itu langsung memapah Takahisa ke dalam istana.

Shige dan yamapi kembali lagi ke pegunungan. Ditengah perjalanan, ia berkali kali menatap kerajaan itu dari jauh. Sekarang, ia merasa begitu kehilangan.
"Kau merindukannya?'' Tanya yamapi. Dengan senyum terpaksa, Shige menjawab.
"Daijoubu, yamapi. Sekarang, kita pergi. Aku senang ia bisa hidup dengan orang yang ia cinta''

Sementara itu istana Yuya yang dijaga Oleh Marshmallow kini telah dikepung pasukan Ryoko. Mereka kesulitan melawan Marshmallow yang besar itu.

Tapi 2 pengawal Ryo berhasil masuk ke dalam istana. Oleh karena itu, Yuya langsung berlari menuju lantai 2 untuk bersembunyi. Tapi semua itu sia sia karena 2 pengawal itu tetap gigih mengejarnya dan terus menembakkan busur.

Yuya sangat panik. Karena 2 pengawal Ryo telah mengepungnya. Ia terus berusaha lari dari mereka namun sangatlah sulit. Ketika salah satu pengawal menembakkan panah ke arahnya, yuya langsung menyilangkan tangannya untuk berlindung. Beruntung, secara tak sadar kekuatannya muncul dan membentuk perisai es.

Sadar kekuatannya bisa melindungi dirinya, yuya langsung menyerang salah satu pengawal dengan menghimpitnya dengan balok es.

Masih dipenuhi rasa takut, yuya juga berusaha membunuh pengawal itu dengan mendorongnya ke balkon istana. Dinding istana pun pecah karena yuya begitu kuat mendorong pengawal yang akan menghabisi nyawanya tersebut.

Ryoko terus berjuang melawan Marshmallow. Dan setelah itu ryoko berhasil mengalahkan Marshmallow dengan memotong kaki Marshmallow juga mendorongnya ke jurang. Oleh karena itu, ryoko bisa masuk ke istana tanpa ada yang menghalangi.

Ia melihat yuya berusaha mendorong salah satu pengawal dengan penuh rasa marah sekaligus takut.
"Raja Tegoshi! Kendalikanlah dirimu! Jangan biarkan ketakutanmu merubah dirimu menjadi Monster!'' Teriak ryoko kepada yuya. Yuya yang mendengarnya langsung menghentikan semua itu sambil terengah engah. Melihat Yuya yang tidak menyerang lagi, pengawal yang terhimpit tadi mengarahkan panahnya ke arah Yuya. Dengan cepat ryoko langsung menahan pengawal itu sehingga membuat panahnya meleset ke arah langit2 istana yang terdiri dari kristal es tajam. Yuya langsung berusaha menghindar dari reruntuhan kristal kristal itu. Namun naas, ia tergelincir dan kepalanya membentur lantai hingga ia jatuh pingsan.

***

Yuya terbangun dan mengerjapkan matanya. Kepalanya terasa berat akibat kejadian semalam. Tapi ia merasa ada yang janggal pada tangannya. Saat ia sadar, ternyata tangannya dirantai dengan besi yang menutupi jari hingga ke pergelangan tangannya.

Yuya sekuat tenaga berusaha melepaskan diri. Namun sia sia. Tiba tiba pintu terbuka dan melihat Ryoko masuk.

"Ryoko, tolong perintahkan mereka agar melepaskanku'' Ryoko melihat lengan Yuya yang dirantai itu dan menatap wajah yuya yang memohon dengan penuh.
"Aku tak bisa memerintah mereka...'' kata ryoko sambil menopang dagu. "Tolonglah! Dan tolong selamatkan Massu! Aku mohon...''

"Kau lihat? Sekarang ini aku tidak bisa'' yuya melanjutkan kata katanya lagi.
"Baiklah. Aku akan mencobanya....'' Ryoko meninggalkan yuya sendirian di ruangan gelap itu. Saat Ryoko sudah pergi, yuya kembali berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman rantai besi tersebut.

***

Takahisa terbaring kedinginan di sofa ruang keluarga kerajaan. Ia sangat kedinginan, walaupun sudah memakai selimut tebal dan menyalakan pemanas ruangan. Ia sangat berharap Ryoko cepat datang dan menyelamatkannya.

Pintu ruangan terbuka. Alangkah senangnya hati takahisa saat melihat yang masuk ke ruangan adalah Ryoko.

"Apa yang terjadi?''
"Kakakku, kakakku menembakkan sihirnya padaku. Jika kau tak menolongku, aku bisa membeku'' ujar takahisa.
"Kau bilang ia takkan pernah melukaimu''
"Aku salah. Aku salah seharusnya aku percaya padamu untuk tidak menyusulnya seorang diri'' "Tenanglah aku akan segera menyelamatkanmu...''

Ryoko mendekatkan wajahnya ke wajah takahisa. Ia akan memberikan satu ciuman untuk menghilangkan sihir yuya. Namun, saat bibir mereka sudah beberapa inchi lagi, Ryoko berhenti. Ia melepaskan genggaman tangannya dan berbalik arah ke meja yang di dekat perapian. Meja itu ada teko berisi air diatasnya.

"Apa yang akan kau lakukan, Ryoko? Kau harus selamatkan aku!''

Ryoko tersenyum kecil dan mengambil teko itu dan menuangkan airnya ke dalam perapian sehingga api pun padam. Suhu ruangan menjadi turun drastis. Dari panas biasa, hingga menjadi sangat dingin.

"Ryoko, jangan! Tolong hidupkan lagi!'' Takahisa begitu panik. Ia berusaha turun dari sofa untuk menghajar Ryoko. Namun, ia malah jatuh terduduk. Ryoko menghampiri Takahisa yang terduduk lemas di lantai.

"Wah...wah... sayang ya, kau tak sadar apa yang aku perbuat selama ini...'' kata Ryoko sambil berjalan mengelilingi ruangan itu.
"Kau tahu, aku tak pernah suka padamu secara tulus. Kau tak seperti kakakmu yang tak percaya pada rayuan cinta begitu saja. Kau adalah orang yang mudah sekali di bodohi'' lanjut Ryoko.
"Kau sialan, Ryoko?'' Umpat Takahisa lirih.
"Saat itu aku mau menikahimu dan juga membuat kekacauan pada kakakmu. Dan sekarang, hanya dengan sebuah kesalahan dari kau dan kakakmu, aku bisa menjadi pahlawan kerajaan ini'' lanjut Ryoko lagi.
"Kau bukan tandingan Tegoshi!''
"Oh ya?'' Ryoko berjongkok dan menopang dagu Takahisa.
"Aku tak peduli. Ok, selamat malam sayang. Bersiaplah untuk menemui ajalmu saat ini!'' Ryoko keluar dan langsung mengunci pintu itu dari luar. Takahisa sangat ketakutan. Ia lalu mengetuk ngetuk pintu itu dari dalam. "Ryoko! Jangan! Buka pintunya! Siapa saja, tolong aku!'' Takahisa menangis. Ia tak tahu apa yang harus ia perbuat sekarang. Ia benar benar menyesal telah mempercayai Ryoko.